ANALISIS SWOT TERHADAP PERENCANAAN PRAKTIKUM
UJI TITIK BERAT SUATU BENDA
A. Tujuan
Menentukan letak titik berat bidang homogen baik yang teratur maupun yang tidak teratur.
B. Landasan Teori
Sebuah benda terdiri atas banyak partikel. Setiap partikel mempunyai massa. oleh karena itu, tiap partikel mempunyai berat dan titik berat yang berbeda-beda. Partikel-partikel tersebut masing-masing mempunyai gaya berat w1, w2, w3, ..., wn dengan resultan gaya berat w. Resultan dari seluruh gaya berat benda yang terdiri atas bagian-bagian kecil benda dinamakan gaya berat. Titik tangkap gaya berat inilah yang disebut titik berat (Zo). (Setya Nurachmandani, 2009)
Resultan dari gaya berat masing-masing partikel itulah yang kemudian disebut dengan berat benda (W). (Tri Widodo, 2009)
Pusat massa dan titik berat suatu benda memiliki pengertian yang sama, yaitu suatu titik tempat berpusatnya massa/berat dari benda tersebut. Perbedaannya adalah letak pusat massa suatu benda tidak dipengaruhi oleh medan gravitasi, sehingga letaknya tidak selalu berhimpit dengan letak titik beratnya. (Anonimus, 2012)
Titik berat suatu benda adalah suatu titik pada benda tersebut atau di sekitar benda tersebut di mana berat semua bagian benda terpusat pada titik tersebut.
C. Alat dan Bahan :
1. kardus
2. Kertas milimeter
3. gunting
4. Pensil
5. Paku
6. Lem kertas
D. Langkah Kerja :
1. Membuat kardus dengen berbentuk bangun luasan seperti pada gambar.

1. rekatkan kertas milimeter pada bangun tersebut.
2. Cari titik letak kesetimbangan dari bangun tersebut menggunakan paku.
3. Berikan tanda pada titik tersebut lalu tuliskan koordinat titiknya.
4. Bandingkan hasil secara praktikum dan teoritis.
5. Cari presentasi kesalahannya.
TABEL PENGAMATAN:
No | benda | Koordinat titik percobaan (x, y) cm | Koordinat titik teori (x, y) cm | Kesalahan percobaan |
1 | A |
|
|
|
2 | B |
|
|
|
3 | C |
|
|
|
ANALISA DATA (Perhitungan Berdasarkan Teori):
KESIMPULAN:
ANALISIS S.W.O.T TERHADAP PERENCANAAN PRAKTIKUM
1. Strength
Kekuatan atau Strength adalah poin internal positif dari kegiatan praktikum berikut. Yang menjadi kekuatan dari praktikum diatas antara lain.
1. Cocok sebagai pendalaman materi dikarenakan menggunakan analisis hasil praktikum dari segi teori dan praktek.
2. Menggunakan alat dan bahan yang sederhana dan ekonomis.
3. Lokasi praktikum yang dapat dilakukan tanpa harus dilapangan luas. Dalam arti kata dapat dilakukan dimana saja.
4. Waktu pengerjaan yang relatif singkat.
2. Weaknesses
Weaknesses atau kelemahan adalah faktor negatif yang mengurangi kegiatan. Yang menjadi kelemahan dari praktikum diatas adalah sebagai berikut.
1. Membutuhkan ketelitian tingkat tinggi agar mendapakan hasil nilai percobaan yang sesungguhnya.
2. Harus dilakukan ditempat yang relatif tenang.
3. Opportunities
Peluang atau Opportunities adalah faktor lingkungan yang cenderung berkontribusi terhadap kesuksesan bisnis. Dalam hal ini, penulis menganalisis beberapa peluang dalam melakukan praktikum diantaranya sebagai berikut.
1. Persentase pembuktian yang relatif tinggi antara teori dan praktek akan memberikan nuansa kebagaiaan yang akan menyalurkan kecintaan terhadap pelajaran fisika.
2. Kegiatan praktikum tentunya akan memberikan keadaan yang berbeda dibanding aktifitas belajar secara teori. Sehingga belajar yang menyenangkan akan tercapai.
3. Kelancaran dan kesuksesan aktifitas praktikum akan memberikan ide kepada pendidik untuk dapat mengembangkan metode belajar praktikum disekolah dengan tema yang berbeda.
4. Threat
Threat atau ancaman adalah situasi yang dapat mengurangi kemampuan seseorang yang diakibatkan oleh kegiatan tersebut. Dalam analisis penulis. Tidak ada yang menjadi ancaman dalam melakukan tersebut. Semua aktivitas praktikum menggunakan alat dan bahan yang aman serta kinerja yang terbilang mudah dan sederhana.
Komentar
Posting Komentar