ANALISIS SWOT TERHADAP PERENCANAAN PRAKTIKUM
STUDI KASUS EMOSIONAL SISWA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya sehingga saya masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat menyelesaikan tugas rekayasa ide ini dengan judul “Studi Kasus Emosional” di Sekolah . Untuk Meningkatkan Rekayasa Ide ini saya buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah Pendidikan Jasmani dan Kepramukaan, semoga Rekayasa Ide ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca.
Dalam penulisan Rekayasa Ide ini, saya tentu saja tidak dapat menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, saya mengucapkan terimakasih kepada:
1. Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan
Saya menyadari bahwa Rekayasa Ide ini masih jauh dari kata sempurna karena masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke depannya.
Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga materi yang ada dalam Rekayasa Ide yang berbentuk makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi para pembaca.
Medan, April 2021
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………............. ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………. 1
1.2 Tujuan Rekayasa Ide…………………………………………………………… 3
1.3 Manfaat Rekayasa Ide………………………………………………………….. 3
BAB II KERANGKA PEMIKIRAN/GAMBARAN UMUM…………………… 4
2.1 Uraian permasalah……………………………………………………………... 4
2.2 Subjek penelitian………………………………………………………………. 4
2.3 Assesment data………………………………………………………………… 4
BAB III METODE PELAKSANAAN…………………………………………… 5
3.1 Metode penelitian……………………………………………………………… 5
3.2 Langkah penelitian……………………………………………………………... 5
3.3 Teknik pengumpulan data……………………………………………………… 5
BAB IV PEMBAHASAN………………………………………………………… 6
4.1 Analisis pembahasan…………………………………………………………… 6
4.2 Kekuatan dan kelemahan penelitian…………………………………………… 7
BAB V PENUTUP………………………………………………………………… 9
5.1 Kesimpulan…………………………………………………………………….. 9
5.2 Saran…………………………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Karakteristik emosi dan ekspresi emosi
Karakteristik perkembangan emosi pada masa awal anak adalah fase dimana saat ketidakseimbangan dimana anak mudah terbawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit untuk diarahkan. Ciri utama reaksi emosi pada anak :
1 Reaksi emosi anak sangat kuat. Dalam hal kekuatan, makin bertambahnya usia anak, dan semakin bertambahnya matangnya emosi anak maka anak akan semakin terampil dalam memilih kadar keterlibatan emosionalnya.
2.Reaksi emosi anak mudah berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Emosi bersifat sementara,Peralihan yang cepat pada anak-anak kecil dari tertawa kemudian menangis, atau dari marah ke tersenyum, atau dari cemburu ke rasa sayang
3. Emosi dapat diketahui melalui gejala perilaku
Anak-anak mungkin tidak memperlihatkan reaksi emosional mereka secara langsung, tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung melalui kegelisahan, melamun, menangis,
4. Emosi seringkali tampak
Anak-anak seringkali memperlihatkan emosi yang meningkat dan mereka menjumpai bahwa ledakan emosional seringkali mengakibatkan hukman, sehingga mereka belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang membangkitkan emosi. Kemudian mereka akan berusaha mengekang ledakan emosi mereka atau bereaksi dengan cara yang lebih dapat diterima.
1.2 Tujuan Rekayasa Ide
Tujuan dari proyek ini sebagai berikut, yaitu :
1.Untuk Meningkatkan perkembangan otak anak.
2.Membantu perkembangan otak anak dengan cara bermain dan mendengarkan musik.
1.3 Manfaat Rekayasa Ide
Manfaat dari proyek ini adalah sebagi berikut :
1.Meningkatnya perkembangan otak anak sesuai usianya.
2.Meningkatkan perkembangan otak anak dengan cara bermain dan mendengarkan musik.
BAB II
KERANGKA PEMIKIRAN/GAMBARAN UMUM
2.1Uraian Permasalahan
Emosi memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan anak, baik pada usia prasekolah maupun pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya, karena memiliki pengaruh terhadap perilaku anak. Woolfson, 2005:8 menyebutkan bahwa anak memiliki kebutuhan emosional, yaitu :
• Dicintai
• Dihargai
• Merasa aman
• Merasa kompeten,
• Mengoptimalkan kompetensi
kebutuhan emosi ini dapat dipenuhi akan meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola emosi, terutama yang bersifat negatif.
2.2 Assesment Data
Gagasan yang akan diperoleh akan menggunakan teknik kuesioner untuk memperoleh katerangan-keterangan dan data-data mengenai Perkembangan emosi yang kemudian hasilnya berupa uraian-uraian yang akan dijadikan sebuah bentuk laporan.
BAB III
METODE PELAKSANAN
3.1Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Yaitu metode untuk menyelidiki objek yang tidak dapat diukur dengan angka-angka ataupun ukuran lain yang bersifat eksak. Penelitian ini juga diartikan sebagai riser yang bersifat dekriptif yang cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Tujuannya untuk memahami secara luas dan mendalam terhadap suatu permasalahan secara mendalam pada suatu permasalahan yang sedang dikaji atau akan dikaji.
3.2Langkah Penelitian
Penelitian ini merupakan proses yang dilakukan secara bertahap, yakni dari perencanaan dan perancangan penelitian, menentukan fokus tempat penelitian dengan wawancara, pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil penelitian. Penulisan hasil penelitian ini dilakukan secara deskriptif atau melalui uraian-uraian yang menggambarkan dan menjelaskan subjek penelitian.
3.3Teknik Pengumpulan Data
•Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian dilakukan di Sekolah menengah Pertama . Penelitian dilaksanakan selama dua hari, kemudian beberapa hari kedepannya akan melakukan penyusunan laporan dari penelitian yang akan di buat.
•Populasi dan sampel
Dalam penelitian ini kami mengambil data dari anak-anak atau peserta didik dan kepala sekolah . Dari subyek tersebutlah akan mendapat penjelasan mengenai pependidikan pembelajaran berkelompok yang ia terapkan atau ia jalankan saat melakukan pembelajran pada waktu luang atau waktu senggang.
•Instrumen penelitian
Penelitian ini menggunakan instrument observasi wawancara dan mengamati, di mana kami melakukan wawancara kepada peserta didik dengan beberapa pertanyaan terbuka, yang diajukan kepada guru kelas tersebut, dan mengamati lingkungan sekitar.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1Analisis Pembahasan
Gangguan emosional pada anak
Gangguan Emosional mengacu pada suatu kondisi di mana tanggapan perilaku atau emotional seorang individu sangat berbeda dari norma-norma yang umumnya diterima, sesuai dengan usia, etnis, atau budaya yang mempengaruhi secara berbeda kinerja pendidikan di wilayah seperti perawatan-diri. hubungan sosial, penyesuaian pribadi, kemajuan akademis, perilaku di ruang kelas atau penyesuaian terhadap pekerjaan.
Terdapat beberapa gangguan emosional pada masa kanak-kanak sehingga terkesan dan sebagai penyebab ketakutan kanak-kanak untuk melakukan kegiatan. Antara Iain pada suasana yang gelap sehingga takut melakukan sesuatu pada malam hari di luar rumah; takut berhadapan dengan ‘seorang dokter karena pernah mendapat pengobatan yang berlebihan dosisnya (overdosis); karena tempramen orang dewasa di rumahnya, misalnya sering dimarahi sehingga anak takut berhadapan dengan orang dewasa, baik dengan orang tuanya sendiri maupun orang lain. Kebrutalan atau kebringasan anak nampak pada perilakunya, mereka menunjukkan suatu perbuatan yang sering kali memerlukan bantuan orang lain. Misalnya berkelahi, membohong, mencuri, merusak hak milik dan merusak aturan yang berlaku. Bentuk-bentuk tindakan tersebut merupakan ekspresi yang keluar dari emosional yang terganggu. Sekalinun demikian pada umumnya anak-anak berusaha merubahnya dan menutupi periiaku mereka dengan mengemukakan alasan untuk dapat dipercayai oleh orang lain, menutupi kebohongannya dengan maksud menghindari hjkuman karena perbuatannya.
4.2Kekuatan dan Kelemahan Penelitian
1.Kekuatan penelitian
Kekuatan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dengan penelitian ini dapat membuktikan bahwa perkembangan emosi anak dapat merangsang perkembangan otak pada anak dan dapat ditingkatkan dengan upaya bermain (sedikit hiburan) sebelum memulai proses belajar mengajar.
Didapati pula dengan melakukan rekayasa ide ini dapat membuat suasana hati anak menjadi lebih ceria, semangat dan terfokus.
2.Kelemahan penelitian
Penelitian ini kurang didukung oleh perluasan ide ide yang dapat membantu implementasi rekayasa ide.
BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Dari uraian serta peninjauan yang telah kami lakukan serta menyimpulkan suatu rekayasa ide dalam bentuk laporan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan emosi anak bisa merangsang perkembangan otak anak dan membuat anak tidak jenuh. sebelum memulai proses belajar dapat dilakukan dengan . Perkembanagan emosi anak bisa mengacaukan proses belajar anak. Itulah mengapa sebelum belajar membiasakan bermain 5 menit untuk anak dapat berpengaruh terhadap kelancaran perkembangan anak . Dengan bermain 5menit , otak anak akan memberikan respon terhadap stimulus setelah bermain sambil belajar.
5.2Saran
Pada perkembangan anak terutama pada perkembangan emosi anak juga harus di awasi oleh orang tua atau orang dewasa agar emosi anak sesuai dengan usianya. Dan dalam proses bermain anak juga harus di awasi oleh orang tua dan mengikuti arahan yang di berikan sehingga orang tua dapat mengetahui perkembangan emosi anak.
baca juga conoth praktikum biologi sederhana
https://sportvaganzaemil.blogspot.com/2022/01/contoh-praktikum-biologi-sederhana-uji.html
Komentar
Posting Komentar